Posted by: bensohib | July 30, 2007

KISAH (TAK ADA) HIDAYAH

Pada suatu sore di hari Minggu yang cerah, dua orang warga dunia (seorang warga Amerika, seorang lainnya warga Jordania) yang tak beragama mendapat hidayah dari Allah; mereka pun memeluk Hindu. Beberapa tahun kemudian Allah memberi mereka hidayah yang kedua; mereka memeluk Budha. Belum genap setahun, Allah kembali memberi mereka hidayah; mereka memeluk agama Yahudi. Sekitar satu setengah tahun kemudian, Allah mengkarunia mereka hidayah untuk yang keempat kalinya; kedua orang itu menjadi penganut Nasrani. Kira-kira tiga tahun berselang, mereka sudah menjadi Muslim setelah menerima hidayah yang kelima.

Entah karena alasan apa, beberapa minggu kemudian tiba-tiba Allah mencabut semua hidayah yang telah diberikan kepada mereka. Akibatnya sungguh fatal: Seorang dari mereka langsung mendaftarkan diri menjadi tentara Amerika dan segera berangkat ke Irak untuk ‘menegakkan demokrasi’. Seorang lainnya buru-buru mendaftarkan diri menjadi anggota tanzim Al-Qaedah dan berangkat pula ke Irak untuk ‘menumbangkan kekafiran’. Di tangan kedua orang itu, setiap hari ratusan orang Irak menemui ajalnya.

Dan ternyata, di dunia ini, ada jutaan orang seperti mereka. Orang-orang ini merasa sedang menegakkan kebenaran. Tapi sesungguhnya yang sedang mereka tegakkan adalah hawa nafsu mereka sendiri. Bagaikan serigala, dengan ganas mereka mencabik-cabik tubuh manusia, tak perduli  itu anak kecil atau wanita. Pokoknya, siapapun yang The Other, layak untuk dibunuh.

Orang-orang yang telah dicabut segala hidayahnya itu, bisa berkulit putih atau kulit berwarna. Bisa presiden sebuah negara adikuasa, bisa juga seorang pemuda dari sebuah desa terpencil di pulau Jawa. Mereka merasa sedang menegakkan kerajaan Kristus atau membela umat Muhammad yang dizalimi. Padahal, setan-setan kaliber jumbo terpingkal-pingkal setiap ada pesawat pengebom milik Amerika sedang melakukan serangan, atau ketika sebuah bom bunuh diri menghantam kerumunan orang. Inilah permainan yang paling digandrungi setan: kezaliman dibalas kezaliman. Setan tidak suka kalau ada kezaliman dibalas dengan keadilan. Dalam hitung-hitungan setan, hal itu beresiko; keadilan bisa menang. Tapi kalau kezaliman dilawan dengan kezaliman: pemenangnya pasti kezaliman, tidak bisa lain. Dalam hal kalkulasi, setan tergolong konservatif. Mereka kurang menyukai spekulasi.

Jika semua hidayah sudah dicabut dari seseorang atau sekelompok kaum, maka hanya setan-setan yang memiliki skill dan qualifikasi tertentu saja yang boleh menggarap pikiran mereka. Setan-setan tingkat akar rumput hanya boleh beroperasi di wilayah maksiat semisal menggoda orang untuk berjudi dan mabuk-mabukan. Tapi untuk menangani orang-orang yang sudah dicabut hidayahnya, karena ini sudah bersifat ideologis, maka hanya setan-setan yang memiliki skil dan berwawasan luaslah yang boleh menanganinya. Maka lihatlah hasilnya. Benar-benar kesetanan. Patung Budha berusia ribuan tahun di Bamiyan dihancurkan, wanita diharamkan bersekolah atau bekerja, pria-pria yang memotong janggutnya melebihi ambang batas yang ditetapkan ’syariat’ telah dicambuki sepanjang jalan, WTC dibom, Irak dan Afghanistan diinvasi dan dinista, lalu pasar kentang, rumah sakit, masjid, taman kanak-kanak, iring-iringan pengantar jenazah, dan perayaan sepak bola diseruduk bom bunuh diri. Inilah keganasan yang paling sempurna yang pernah tercatat dalam sejarah setan. Hanya setan-setan bermental juaralah yang sanggup melakukan pekerjaan ini. Setan-setan kelas sayur dapat dipastikan akan gemetar dan terguncang jika dilibatkan dalam misi-misi super ganas seperti itu. Tidak bisa tidak, hanya setan-setan yang telah memiliki jam terbang tinggi yang sanggup memunculkan gagasan semacam itu.

Tampaknya, hari-hari ini peradaban setan memang sedang mencapai puncaknya. Markas mereka membentang dari Gedung Putih di Washington hingga ke gua-gua di Waziristan. Mereka memang saling bermusuhan, tapi sama-sama berhaluan setan.

Berhati-hatilah. Salah-salah, karena faktor-faktor primordial, kita bisa menjadi pendukung salah satu dari mereka. Atau mungkin sudah?

       


Responses

  1. Salam Ben… wah, ada apa neey tiba-tiba artikelnya…mandeg…? lagi blok yaa? atau justru lagi mau bikin surprise…?

    Ayo dunk tulis-tulis lagi yang seru-seru :lol:

    Salam…

  2. salam….
    sekedar informasi, saya telah membuat blog media anak muslim degan alamat http://bumgembul.blogspot.com mohon masukan dan komentarnya. Dan utamanya bisa mempromosikan kepada saudara, keluarga, teman, dan kenalan antum.
    Semoga bermanfaat bagi putra/i kita dalam persiapan membangun umat di masa depan.
    terimakasih.


Leave a response

Your response:

Categories