Posted by: bensohib | August 16, 2007

MR.BEAN LADEN: Dijamin Tidak Meleset

Saya ingin memperkenalkan kepada Anda seorang kawan saya yang bernama Mr.Bean Laden. Meski ia selalu memakai sorban, tapi samasekali dia bukan orang Arab. Meski ia selalu menuliskan Mr. di depan namanya, ia juga bukan orang Inggris. Jadi, kebangsaan dan kewarganegaraanya samasekali tidak jelas. Tapi, satu hal yang jelas, dari logat bahasanya, kita boleh yakin bahwa ia asli Madura. Tapi, dengan keras ia akan menolak setiap tuduhan bahwa ia orang Madura. Bahkan ia juga secara terang-terangnga tidak mengakui bahwa dirinya orang Indonesia! Anehnya, penyangkalan bahwa ia orang Indonesia dari suku Madura itu ia katakan dalam bahasa Indonesia logat Madura.

“Boo sumpah, dik….saya bukan orang Endonesiya….Dak percaya sampeyan?” begitu kata Mr. Bean Laden pada setiap orang yang menyangka dirinya orang Indonesia. Sudah barang tentu, hanya orang yang dalam keadaan mabuk berat yang mempercayai kata-katanya.

“Orang Internasional saya,” lanjutnya sambil membelalakkan matanya yang besar dan bulat. Tak penting benar buat Mr. Bean Laden, apakah orang yang diajaknya bicara itu percaya atau tidak.

Pekerjaannya apa, ini juga bukan perkara yang jelas. Sekali waktu ia bisa ditemui sedang duduk bersila di kakilima yang banyak dilalui para pejalan kaki.  Di sana ia menggelar selembar kain dan sebuah papan pengumuman kecil:

PERAMAL. Dijamin Tidak Meleset. Tarif per jam Rp 5000.000,- (Nego).

Melihat penampilannya yang unik; baju gamis dan sorban putih, kumis dan janggut cukup lebat, dan mata yang melotot kesana-kemari, tentu banyak orang yang tertarik untuk diramalnya. Tapi ketika melihta tarif yang dipatoknya, orang jadi mundur. Itu harga yang tak masuk akal. Dan biasanya, peramal yang sejati tak pernah mematok harga. Mereka ikhlas menerima pemberian pasiennya. Hanya dokterlah–terutama spesialis– yang biasanya memasang tarif yang mencekik leher pasiennya.

“Jangan ragu-ragu, dik. Tawar saja, namaya juga nego….” itu yang selalu diucapkannya setiap kali melihat ada calon pasien yang ragu-ragu. Dan ciri khas Mr.Bean Laden, ia selalu memanggil “dik” kepada siapa saja. Tak perduli gender dan usia

Begitulah, agar tetap ada kesan keparanormal-paranormalan, dalam bernegoisasi Mr.Bean Laden hanya memperkenankan pola kelipatan. Artinya, si calon pasien hanya boleh menawar tarif menjadi Rp 500.000,-, Rp 50.000,- RP 5000,-, Rp 500,-,  dan Rp 50,-.

Maka, sepanjang karirnya membuka praktek meramal untuk umum itu, muncul sebuah “statistik” seperti ini: 80 orang deal pada tarif Rp 50,-, 15 orang pada tarif Rp 500,-, 4 orang pada tarif 5000,- 1 orang  pernah membayar Rp 50.000,-

Dari seratus orang yang pernah diramalnya, hanya satu orang yang kembali dan komplain bahwa ramalan Mr.Bean Laden ternyata meleset. Padahal pada papan pengumumannya tertulis Dijamin Tidak Meleset. Apa ini berarti ramalan untuk 99 orang lainnya tepat? Dengan kata lain, secara prosentase, tingkat kemelesetan ramalan Mr.Bean hanya 1%?. Ini tentu kurang lebih setara dengan kemampuan lembaga-lembaga survey Quick count yang memprediksi hasil pemilu presiden maupun gubernur dengan tingkat presisi yang mengagumkan.

Tapi ternyata ceritanya tidak seperti itu. satu orang yang kembali dan komplain itu adalah pasien yang membayar Rp 50.000,- kepada Mr.Bean laden untuk jasa peramalannya. Bisa jadi ramalan Mr.Bean Laden untuk 99 orang lainnya juga meleset. Tapi karena biaya yang telah mereka keluarkan berkisar antara Rp 50,- sampai Rp 5000,-, mereka merasa tak ada perlunya kembali dan komplain.

Berbeda dengan satu orang yang telah mengeluarkan biaya Rp 50.000,- itu. Ia merasa perlu untuk kembali. Ia merasa telah tertipu dan dibohongi. Tapi, namanya juga Mr. Bean Laden, ia berusaha mempertahankan diri.

“Anda penipu! Ramalan Anda salah semua!”

“Booo, nanti dulu dik. Sapa yang bilang ramalan saya betul semua?”

“Itu Anda tulis. Dijamin Tidak Meleset.”

“Booo, sampeyan ini bagemana? Saya ini keluaran pesantren, dik. Saya ini belajar bahasa Arab mulai kecil. Jangan cem-macem sama saya. Apa sampeyan dak pernah sekolah? Apa sampeyan  dak tahu, kalau tulisan itu harus dibaca dari belakang ke depan. DIJAMIN TIDAK MELESET. Coba sampeyan baca lagi yang benar!”


Responses

  1. 8O meletet … eeh meleset … !

    Untung cuma jadi peramal dan bukan assassin… ;)

    Karena kalau sampai jadi assassin … waah! bisa repot, karena yang di assassin adalah si assassin itu sendiri … :lol:

    Namanya bukan lagi Mr. Assassin, tapi Mr. Asinan:D

    Sebaiknya, nama dia di Arab-kan saja dari Mr. Bean Laden menjadi Mr. fool Laden … alias Mr. Katshang Bolon Laden … :lol:

  2. Teselem Kadit Nimajid (Meleset tidak dijamin) :) ) hehehe ger sawa’ lebih ger lagi kalo dikasi audio file logat maduranya :D


Leave a response

Your response:

Categories