Posted by: bensohib | October 10, 2007

Neo Habaib

Ciri-ciri gerakan Neo Habaib:

 1. Di sekitar tempat acara selalu dipenuhi dengan spanduk dan umbul-umbul.

 2. Poster-poster sang habib dalam berbagai pose dan kaliber juga di pasang di sekitar tempat acara,

3. Setelah acara berakhir, biasanya dilanjutkan dengan arak-arakan motor dan mobil penuh massa. Tanpa memperdulikan keselamatan, mereka berpawai sambil berteriak-teriak dan mengibar-ngibarkan bendera majelis taklimnya.

Bagi siapa saja yang menemui gejala-gejala seperti itu, waspadalah! Jangan sampai Anda terjebak oleh kemacetan yang ditimbulkannya!


Responses

  1. Horas !!!!

    Kalau saja memang itu kemacetan yang dituju, dan diharapkan untuk dihindari. Tentu dan pasti tidak ada masalah di sana. Tapi, adakah itu yang sebenar-benarnya ?Hanya Ben dan Tuhan lah yang maha tahu.
    Namun, ketika kita pernah bersekolah dan belajar bahasa Indonesia. Dan dengan sedikit modal kecermatan serta kepekaan berbahasa. Yang ini bukan serta merta berarti ‘ ketersinggungan’. Kita akan merasa dan mengerti bahwa ada artikulasi lain yang dituju, selain kemacetan tentu.
    Saya sedang tak ingin, atau malah betul-betul tak ingin membedah tulisan itu dalam kerangka linguistik secara detail. Karena sekelebatan saja kita sudah tahu; seberapa besar sinisme sang penulis terhadap kiprah para habaib dewasa ini.
    Kemacetan ? di sudut jakarta mana yang tidak macet. Apalagi bicara Condet. Hanya dengan ada keramaian anak sunatan saja macetnya sudah sampai Cawang. Bicara kota ? tiap detik tak pernah bisa sepi.Menteng ? sama seperti jalan lain ketika rush our.Ya macet.
    Jadi ? kalau hanya ‘kemacetan’ kemudian harus bicara bersuka ria soal NEO HABAIB. Oh alangkah naif nya.
    Digunakannya cara-cara penyebaran informasi yang sedikit modern oleh para Habaib. Baik berupa poster,spanduk,umbul-umbul yang dicetak secara digital.Serta arak-arakan motor. Seharusnya kita ikut senang.Dalam artian,mereka tidak tenggelam dalam kejumudan tradisionalisme. Mereka ada dalam era yang tidak bisa hidup hanya mengandalkan penyebaran informasi dari mulut ke mulut ( bukan ciuman, tapi getok tular ).Malah seharusnya mereka sudah mulai menggunakan kemudahan tehnologi informasi. Seperti Aa Gym punya station televisi dan radio sendiri. Dan beberapa pesantren punya website.
    Why not Habaib.
    Maka kalau penulis menyebutnya sebagai NEO HABAIB, ijinkanlah saya menggunakan kata MODERN HABAIB.
    Walafu minkum, wabillahi taufik walhidayah.
    Sekian

  2. weihhh ana baru tau neh klo ada kaya beginian… mudah2an ga ada yang tersakiti dan ga ada yang terdholimi…

    peace….

  3. Horas!!
    Ane kayaknya setuju ame argumentasi yg kamerad kemukakan perihal pola penyebaran informasi majelsi taklim berikut figur ketokohan habaibnya dengan mengunakan perangkat media semisal digital printing. Ini sesuai dengan perkembangan dunia reklame yang menjadi tuntutan industrialisme yang melahirkan bayi kapitalisme yg sekarang sudah dewasa dan dinamai ‘kapitalisme lanjut’. Si kapitalis lanjut ini kini mengidap semacam penyakit sinting. Namanya Hiper reality; suka menggelembungkan kenyataan alias ngaco.
    Oleh karenanya, istilah ‘Modern Habaib’ itu kayaknya lebih pas kalau diganti dengan ‘Industri
    Habaib’? Betul?

  4. Yah, ini fenomena yang menunjukkan betapa sudah mengguritanya kapitalisme global di tengah kita. Bahkan sesuatu yang sakral dan adiluhung harus tunduk dibawah premis “modern”.
    Jangan sampai ketidakmampuan (atau kemalasan) kita dalam menghadang serbuan dunia hyper-materialitas menjadikan simbol-simbol suci agama yang dibawakan para Nabi menjadi sekedar “Hyper Reality” yang ngaco dan sinting. Artinya, kita lah yang menistakan agama. Artinya, kita sudah bergabung menjadi musuh Tuhan (Na’udzubillah).

  5. Horas majuah-juah.
    Heheheheheh-rasanya penjelasan ente ini terlalu kekiri-kirian.Ana jadi takut juga kebablasan.Soalnya ngomong-ngomong tentang habaib, kalau orang jawa bilang; nguwalati.
    Tabiek tuan.

  6. ben.. kok ga ada tulisan baru neh?
    im waiting…

    jangan2 ntar brojolan langsung posting berpuluh2 tulisan ya?

  7. Assalamualaykum….

    neo habaib!!!!!!!

    Itu boleh jadi merupakan Response terhadap gejala disekitar mereka, dimana Ummah sekarang mulai melirik kebenaran dan aktualisasi “Madrasah” baru yg mulai menunjukkan keberadaanya yg walaupun dihujat dan difitnah tapi tetap tegar……

  8. habaib, hababah, dan teenlit dan pop dan da peci code decoded juga bagian dari hiperealiti ga ya? hehehehehe

  9. ass.gak apa2 habaib menampakkan dirinya dalam berdakwah.ana yakin seyakin2nya para habaib dalam berdakwah tidak untuk pamer.ana ngaji sama habib husin di rengasbandung bekasi beliau sangat santun sekali dalam hal berdakwah.kita itu boleh benci sama aliran lain dalam islam kalau mereka masih bersahadat tapi kita harus lebih benci lagi kepada kaum nashoro dan kaum yahudi. ayo bib gunakan kecanggihan teknologi untuk berdakwah kaum salafy aja menebarkanpengaruhnya aja lewat dunia maya masak habib gak boleh yang jelas2 ahlusunnah wal jamaah

  10. Neo habaib ngga mau kalah sama pemilihan capres ya……
    pake pasang poster,spanduk,dll :) :):)
    dan keadaan sperti ini sekarang semakin byk terlihat.
    fenomena apakah…???
    Wallahu A’lam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.