<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Neo Habaib</title>
	<atom:link href="http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/</link>
	<description>Menoelis Atawa Tiada Menoelis</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Mar 2009 05:12:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: ummuaiman</title>
		<link>http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-1218</link>
		<dc:creator>ummuaiman</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 00:43:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-1218</guid>
		<description>Neo habaib ngga mau kalah sama pemilihan capres ya......
pake pasang poster,spanduk,dll  :):):)
dan keadaan sperti ini sekarang semakin byk terlihat.
fenomena apakah...???
Wallahu A&#039;lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Neo habaib ngga mau kalah sama pemilihan capres ya&#8230;&#8230;<br />
pake pasang poster,spanduk,dll  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> :):)<br />
dan keadaan sperti ini sekarang semakin byk terlihat.<br />
fenomena apakah&#8230;???<br />
Wallahu A&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abimanyu</title>
		<link>http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-322</link>
		<dc:creator>abimanyu</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 02:52:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-322</guid>
		<description>ass.gak apa2 habaib menampakkan dirinya dalam berdakwah.ana yakin seyakin2nya para habaib dalam berdakwah tidak untuk pamer.ana ngaji sama habib husin di rengasbandung bekasi beliau sangat santun sekali dalam hal berdakwah.kita itu boleh benci sama aliran lain dalam islam kalau mereka masih bersahadat tapi kita harus lebih benci lagi kepada kaum nashoro dan kaum yahudi. ayo bib gunakan kecanggihan teknologi untuk berdakwah kaum salafy aja menebarkanpengaruhnya aja lewat dunia maya masak habib gak boleh yang jelas2 ahlusunnah wal jamaah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ass.gak apa2 habaib menampakkan dirinya dalam berdakwah.ana yakin seyakin2nya para habaib dalam berdakwah tidak untuk pamer.ana ngaji sama habib husin di rengasbandung bekasi beliau sangat santun sekali dalam hal berdakwah.kita itu boleh benci sama aliran lain dalam islam kalau mereka masih bersahadat tapi kita harus lebih benci lagi kepada kaum nashoro dan kaum yahudi. ayo bib gunakan kecanggihan teknologi untuk berdakwah kaum salafy aja menebarkanpengaruhnya aja lewat dunia maya masak habib gak boleh yang jelas2 ahlusunnah wal jamaah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aida Vyasa</title>
		<link>http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-246</link>
		<dc:creator>Aida Vyasa</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 05:08:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-246</guid>
		<description>habaib, hababah, dan teenlit dan pop dan da peci code decoded juga bagian dari hiperealiti ga ya? hehehehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>habaib, hababah, dan teenlit dan pop dan da peci code decoded juga bagian dari hiperealiti ga ya? hehehehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: A.Z.A.-07</title>
		<link>http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-220</link>
		<dc:creator>A.Z.A.-07</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 13:54:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-220</guid>
		<description>Assalamualaykum....

neo habaib!!!!!!!

Itu boleh jadi merupakan Response terhadap gejala disekitar mereka, dimana Ummah sekarang mulai melirik kebenaran dan aktualisasi &quot;Madrasah&quot; baru yg mulai menunjukkan keberadaanya yg walaupun dihujat dan difitnah tapi tetap tegar......
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaykum&#8230;.</p>
<p>neo habaib!!!!!!!</p>
<p>Itu boleh jadi merupakan Response terhadap gejala disekitar mereka, dimana Ummah sekarang mulai melirik kebenaran dan aktualisasi &#8220;Madrasah&#8221; baru yg mulai menunjukkan keberadaanya yg walaupun dihujat dan difitnah tapi tetap tegar&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: savic</title>
		<link>http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-200</link>
		<dc:creator>savic</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Oct 2007 10:06:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-200</guid>
		<description>ben.. kok ga ada tulisan baru neh?
im waiting...

jangan2 ntar brojolan langsung posting berpuluh2 tulisan ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ben.. kok ga ada tulisan baru neh?<br />
im waiting&#8230;</p>
<p>jangan2 ntar brojolan langsung posting berpuluh2 tulisan ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: segomegono</title>
		<link>http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-197</link>
		<dc:creator>segomegono</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 08:37:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-197</guid>
		<description>Horas majuah-juah.
Heheheheheh-rasanya penjelasan ente ini terlalu kekiri-kirian.Ana jadi takut juga kebablasan.Soalnya ngomong-ngomong tentang habaib, kalau orang jawa bilang; nguwalati. 
Tabiek tuan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Horas majuah-juah.<br />
Heheheheheh-rasanya penjelasan ente ini terlalu kekiri-kirian.Ana jadi takut juga kebablasan.Soalnya ngomong-ngomong tentang habaib, kalau orang jawa bilang; nguwalati.<br />
Tabiek tuan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: damartriadi</title>
		<link>http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-196</link>
		<dc:creator>damartriadi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Oct 2007 10:15:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-196</guid>
		<description>Yah, ini fenomena yang menunjukkan betapa sudah mengguritanya kapitalisme global di tengah kita. Bahkan sesuatu yang sakral dan adiluhung harus tunduk dibawah premis &quot;modern&quot;.
Jangan sampai ketidakmampuan (atau kemalasan) kita dalam menghadang serbuan dunia hyper-materialitas menjadikan simbol-simbol suci agama yang dibawakan para Nabi menjadi sekedar &quot;Hyper Reality&quot; yang ngaco dan sinting. Artinya, kita lah yang menistakan agama. Artinya, kita sudah bergabung menjadi musuh Tuhan (Na&#039;udzubillah).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yah, ini fenomena yang menunjukkan betapa sudah mengguritanya kapitalisme global di tengah kita. Bahkan sesuatu yang sakral dan adiluhung harus tunduk dibawah premis &#8220;modern&#8221;.<br />
Jangan sampai ketidakmampuan (atau kemalasan) kita dalam menghadang serbuan dunia hyper-materialitas menjadikan simbol-simbol suci agama yang dibawakan para Nabi menjadi sekedar &#8220;Hyper Reality&#8221; yang ngaco dan sinting. Artinya, kita lah yang menistakan agama. Artinya, kita sudah bergabung menjadi musuh Tuhan (Na&#8217;udzubillah).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bensohib</title>
		<link>http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-195</link>
		<dc:creator>bensohib</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Oct 2007 02:38:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-195</guid>
		<description>Horas!!
Ane kayaknya setuju ame argumentasi yg kamerad kemukakan perihal pola penyebaran informasi majelsi taklim berikut figur ketokohan habaibnya dengan mengunakan perangkat media semisal digital printing. Ini sesuai dengan perkembangan dunia reklame yang menjadi tuntutan industrialisme yang melahirkan bayi kapitalisme yg sekarang sudah dewasa dan dinamai &#039;kapitalisme lanjut&#039;. Si kapitalis lanjut ini kini mengidap semacam penyakit sinting.  Namanya Hiper reality; suka menggelembungkan kenyataan alias ngaco.
Oleh karenanya, istilah &#039;Modern Habaib&#039; itu kayaknya lebih pas kalau diganti dengan &#039;Industri 
Habaib&#039;? Betul?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Horas!!<br />
Ane kayaknya setuju ame argumentasi yg kamerad kemukakan perihal pola penyebaran informasi majelsi taklim berikut figur ketokohan habaibnya dengan mengunakan perangkat media semisal digital printing. Ini sesuai dengan perkembangan dunia reklame yang menjadi tuntutan industrialisme yang melahirkan bayi kapitalisme yg sekarang sudah dewasa dan dinamai &#8216;kapitalisme lanjut&#8217;. Si kapitalis lanjut ini kini mengidap semacam penyakit sinting.  Namanya Hiper reality; suka menggelembungkan kenyataan alias ngaco.<br />
Oleh karenanya, istilah &#8216;Modern Habaib&#8217; itu kayaknya lebih pas kalau diganti dengan &#8216;Industri<br />
Habaib&#8217;? Betul?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: savic</title>
		<link>http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-190</link>
		<dc:creator>savic</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Oct 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-190</guid>
		<description>weihhh ana baru tau neh klo ada kaya beginian... mudah2an ga ada yang tersakiti dan ga ada yang terdholimi...

peace....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>weihhh ana baru tau neh klo ada kaya beginian&#8230; mudah2an ga ada yang tersakiti dan ga ada yang terdholimi&#8230;</p>
<p>peace&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: segomegono</title>
		<link>http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-179</link>
		<dc:creator>segomegono</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Oct 2007 09:24:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-179</guid>
		<description>Horas !!!!

Kalau saja memang itu kemacetan yang dituju, dan diharapkan untuk dihindari. Tentu dan pasti tidak ada masalah di sana. Tapi, adakah itu yang sebenar-benarnya ?Hanya Ben dan Tuhan lah yang maha tahu.
Namun, ketika kita pernah bersekolah dan belajar bahasa Indonesia. Dan dengan sedikit modal kecermatan serta kepekaan berbahasa. Yang ini bukan serta merta berarti &#039; ketersinggungan&#039;. Kita akan merasa dan mengerti bahwa ada artikulasi lain yang dituju, selain kemacetan tentu.
Saya sedang tak ingin, atau malah betul-betul tak ingin membedah tulisan itu dalam kerangka linguistik secara detail. Karena sekelebatan saja kita sudah tahu; seberapa besar sinisme sang penulis terhadap kiprah para habaib dewasa ini.
Kemacetan ? di sudut jakarta mana yang tidak macet. Apalagi bicara Condet. Hanya dengan ada keramaian anak sunatan saja macetnya sudah sampai Cawang. Bicara kota ?  tiap detik tak pernah bisa sepi.Menteng ? sama seperti jalan lain ketika rush our.Ya macet.
Jadi ? kalau hanya &#039;kemacetan&#039; kemudian harus bicara bersuka ria soal NEO HABAIB. Oh alangkah naif nya.
Digunakannya cara-cara penyebaran informasi yang sedikit modern oleh para Habaib. Baik berupa poster,spanduk,umbul-umbul yang dicetak secara digital.Serta arak-arakan motor. Seharusnya kita ikut senang.Dalam artian,mereka tidak tenggelam dalam kejumudan tradisionalisme. Mereka ada dalam era yang tidak bisa hidup hanya mengandalkan penyebaran informasi dari mulut ke mulut ( bukan ciuman, tapi getok tular ).Malah seharusnya mereka sudah mulai menggunakan kemudahan tehnologi informasi. Seperti Aa Gym punya station televisi dan radio sendiri. Dan beberapa pesantren punya website.
Why not Habaib.
Maka kalau penulis menyebutnya sebagai NEO HABAIB, ijinkanlah saya menggunakan kata MODERN HABAIB.
Walafu minkum, wabillahi taufik walhidayah.
Sekian</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Horas !!!!</p>
<p>Kalau saja memang itu kemacetan yang dituju, dan diharapkan untuk dihindari. Tentu dan pasti tidak ada masalah di sana. Tapi, adakah itu yang sebenar-benarnya ?Hanya Ben dan Tuhan lah yang maha tahu.<br />
Namun, ketika kita pernah bersekolah dan belajar bahasa Indonesia. Dan dengan sedikit modal kecermatan serta kepekaan berbahasa. Yang ini bukan serta merta berarti &#8216; ketersinggungan&#8217;. Kita akan merasa dan mengerti bahwa ada artikulasi lain yang dituju, selain kemacetan tentu.<br />
Saya sedang tak ingin, atau malah betul-betul tak ingin membedah tulisan itu dalam kerangka linguistik secara detail. Karena sekelebatan saja kita sudah tahu; seberapa besar sinisme sang penulis terhadap kiprah para habaib dewasa ini.<br />
Kemacetan ? di sudut jakarta mana yang tidak macet. Apalagi bicara Condet. Hanya dengan ada keramaian anak sunatan saja macetnya sudah sampai Cawang. Bicara kota ?  tiap detik tak pernah bisa sepi.Menteng ? sama seperti jalan lain ketika rush our.Ya macet.<br />
Jadi ? kalau hanya &#8216;kemacetan&#8217; kemudian harus bicara bersuka ria soal NEO HABAIB. Oh alangkah naif nya.<br />
Digunakannya cara-cara penyebaran informasi yang sedikit modern oleh para Habaib. Baik berupa poster,spanduk,umbul-umbul yang dicetak secara digital.Serta arak-arakan motor. Seharusnya kita ikut senang.Dalam artian,mereka tidak tenggelam dalam kejumudan tradisionalisme. Mereka ada dalam era yang tidak bisa hidup hanya mengandalkan penyebaran informasi dari mulut ke mulut ( bukan ciuman, tapi getok tular ).Malah seharusnya mereka sudah mulai menggunakan kemudahan tehnologi informasi. Seperti Aa Gym punya station televisi dan radio sendiri. Dan beberapa pesantren punya website.<br />
Why not Habaib.<br />
Maka kalau penulis menyebutnya sebagai NEO HABAIB, ijinkanlah saya menggunakan kata MODERN HABAIB.<br />
Walafu minkum, wabillahi taufik walhidayah.<br />
Sekian</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
