<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for QUO VADIS</title>
	<atom:link href="http://bensohib.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bensohib.wordpress.com</link>
	<description>Menoelis Atawa Tiada Menoelis</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Mar 2009 05:12:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on MASJID AL-HEBOH by Ed-win-Bert</title>
		<link>http://bensohib.wordpress.com/2007/07/01/masjid-al-heboh/#comment-1922</link>
		<dc:creator>Ed-win-Bert</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 05:12:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bensohib.wordpress.com/2007/07/01/masjid-al-heboh/#comment-1922</guid>
		<description>Di rumah Ortu saya lucu juga, bukan jamnya sholat tapi speaker luar dipakai utk ibu-ibu yg lagi belajar ngaji. Jam 10 pagi lagi!…..

Nah, si gurunya pakai Mike, sementara si murid (ibu-ibu) itu ga pakai mike. Si gurunya itu galak banget kalau ngajar, jadi sering kedengar dia marah-marah “Ibu, bacanya harus begini…..”, “Ibu gimana sih, tadi coba diulangi”, “Hayo Ibu-ibu sekali lagi, JANGAN SALAH!!”.

Nah, masalahnya kan si Ibu-ibu itu ga pegang mike….yang terjadi kita yg di rumah seperti dengar orang lagi marah-marah sendiri….!! Kalau dia membentak ga ada jawabannya,…terus dia ngebentak lagi. Kalau dia bilang hayo ulangi lagi…trus hening sejenak…. tiba-tiba ada suara marah-marah lagi… (karena mungkin si Ibu salah) . Lucu ga?…itu keluar dari speaker mesjid.

Orang yg istirahat terganggu, orang yg ga ngerti berpikir ada orang sedang mempermainkan mesjid.

Menurut saya, utk belajar ngaji…ga perlu mike lah, bahkan speaker dalam juga dimatikan. Namanya juga belajar, pasti ada yg salah ngucap…. lah ini kok malah disebar-sebarkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di rumah Ortu saya lucu juga, bukan jamnya sholat tapi speaker luar dipakai utk ibu-ibu yg lagi belajar ngaji. Jam 10 pagi lagi!…..</p>
<p>Nah, si gurunya pakai Mike, sementara si murid (ibu-ibu) itu ga pakai mike. Si gurunya itu galak banget kalau ngajar, jadi sering kedengar dia marah-marah “Ibu, bacanya harus begini…..”, “Ibu gimana sih, tadi coba diulangi”, “Hayo Ibu-ibu sekali lagi, JANGAN SALAH!!”.</p>
<p>Nah, masalahnya kan si Ibu-ibu itu ga pegang mike….yang terjadi kita yg di rumah seperti dengar orang lagi marah-marah sendiri….!! Kalau dia membentak ga ada jawabannya,…terus dia ngebentak lagi. Kalau dia bilang hayo ulangi lagi…trus hening sejenak…. tiba-tiba ada suara marah-marah lagi… (karena mungkin si Ibu salah) . Lucu ga?…itu keluar dari speaker mesjid.</p>
<p>Orang yg istirahat terganggu, orang yg ga ngerti berpikir ada orang sedang mempermainkan mesjid.</p>
<p>Menurut saya, utk belajar ngaji…ga perlu mike lah, bahkan speaker dalam juga dimatikan. Namanya juga belajar, pasti ada yg salah ngucap…. lah ini kok malah disebar-sebarkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on KABINET WEDUS GEMBEL (Mbah Marijan For President bag II) by yoyok</title>
		<link>http://bensohib.wordpress.com/2007/07/15/kabinet-wedus-gembel-mbah-marijan-for-president-bag-ii/#comment-1221</link>
		<dc:creator>yoyok</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 07:40:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bensohib.wordpress.com/2007/07/15/kabinet-wedus-gembel-mbah-marijan-for-president-bag-ii/#comment-1221</guid>
		<description>Setelah membaca, melihat, mendengar, dan berpikir maka saya putuskan ; setuju banget gitoe lhooo......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah membaca, melihat, mendengar, dan berpikir maka saya putuskan ; setuju banget gitoe lhooo&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Neo Habaib by ummuaiman</title>
		<link>http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-1218</link>
		<dc:creator>ummuaiman</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 00:43:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bensohib.wordpress.com/2007/10/10/neo-habaib/#comment-1218</guid>
		<description>Neo habaib ngga mau kalah sama pemilihan capres ya......
pake pasang poster,spanduk,dll  :):):)
dan keadaan sperti ini sekarang semakin byk terlihat.
fenomena apakah...???
Wallahu A&#039;lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Neo habaib ngga mau kalah sama pemilihan capres ya&#8230;&#8230;<br />
pake pasang poster,spanduk,dll  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> :):)<br />
dan keadaan sperti ini sekarang semakin byk terlihat.<br />
fenomena apakah&#8230;???<br />
Wallahu A&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on SUDI MAMPIR d/h BUKU TAMU by savic</title>
		<link>http://bensohib.wordpress.com/guestbook/#comment-1213</link>
		<dc:creator>savic</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 10:28:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bensohib.wordpress.com/guestbook/#comment-1213</guid>
		<description>buku baru terbit bulan ini kaaannnn</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>buku baru terbit bulan ini kaaannnn</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on CERPEN: Cinta Lokasi by Fourt T</title>
		<link>http://bensohib.wordpress.com/2007/07/12/cerpen-cinta-lokasi/#comment-1196</link>
		<dc:creator>Fourt T</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 04:23:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bensohib.wordpress.com/2007/07/12/cerpen-cinta-lokasi/#comment-1196</guid>
		<description>Q kra ne cerpen bgz trxt cabi bgt&#039;ssssssssssssssssssss</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Q kra ne cerpen bgz trxt cabi bgt&#8217;ssssssssssssssssssss</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on CERPEN: Cinta Lokasi by welly</title>
		<link>http://bensohib.wordpress.com/2007/07/12/cerpen-cinta-lokasi/#comment-1091</link>
		<dc:creator>welly</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 08:06:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bensohib.wordpress.com/2007/07/12/cerpen-cinta-lokasi/#comment-1091</guid>
		<description>duh.... gmANA sih biar hubungan tu bisa abadi seperti cerita kamu
aq pengen banget loh... kisah dalam cerpen tu terjadi di kehidupan aq yang nyata</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh&#8230;. gmANA sih biar hubungan tu bisa abadi seperti cerita kamu<br />
aq pengen banget loh&#8230; kisah dalam cerpen tu terjadi di kehidupan aq yang nyata</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on MASJID AL-HEBOH by Deddy R</title>
		<link>http://bensohib.wordpress.com/2007/07/01/masjid-al-heboh/#comment-997</link>
		<dc:creator>Deddy R</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 12:38:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bensohib.wordpress.com/2007/07/01/masjid-al-heboh/#comment-997</guid>
		<description>Hebat sudah setahun lebih, blog ini ditulis tapi tetap mendapat sambutan yang &quot;panas&quot; !
Antara setuju dan tidak setuju adalah suatu hal yang bersifat perasaan individual bila tidak berdasarkan suatu aturan.
Begitu juga masalah corong masjid yang &quot;memekakan&quot; telinga, mungkin ada baiknya diambilkan suatu dasar yang pernah terjadi dijaman Rasulullah saw, dimana disaat ada orang yang tertidur di masjid yang terganggu dengan suara orang yang sedang mengaji, dimana Rasulullah saw serta merta menyalahkan si &quot;pembaca&quot; karena mengganggu orang yang tidur. Apakah keterangan ini menjadi lemah saat ini karena adanya anggapan dari para sohib yang menyatakan bahwa corong masjid ini termasuk syi&#039;ar yang tidak termasuk secara implisit juga tertegur oleh Rasulullah saw dalam kisah di atas ?!
Sesungguhnya seandainya dianggap sebagai syi&#039;ar, bolehlah para sohib yang setuju pada anggapan ini melihat atau mensurvey secara langsung seberapa berhasil dibandingkan &quot;kerugiannya&quot; yang sudah terjadi?
Kenapa saya menyebutkan sebagai kerugian, karena alasan berikut ini :
1. Sholat itu diutamakan didirikan diawal waktu, dengan adanya corong itu secara tidak sadar &quot;justru&quot; menimbulkan &quot;kemalasan&quot; untuk mempersiapkan diri, karena paling tidak merasa toh nanti ada adzan. Padahal kalau kita ingin mengawalkan sholat tentunya kita seharusnya harus mempunyai jadwal sholat sendiri, sehingga paling tidak 5 menit sebelum waktu sholat sudah mempersiapkan diri. Lalu buat apa corong itu dikeraskan, toh kita sudah tidak memerlukan &quot;pengingat&quot; selain dari &quot;jadwal&quot; dan &quot;jam&quot; yang sudah tersedia ?
2. Apakah orang non muslim itu adalah non muslim ? Jawabnya TIDAK ! Karena sesungguhnya, banyak hal yang tidak &quot;simpatik&quot; yang &quot;telah di demokan&quot; oleh para shohib yang setuju dengan adanya &quot;Corong&quot; itu. Bagaimana &quot;Orang Islam&quot; itu bisa merasakan penderitaan &quot;orang&quot; (bukankah bisa jadi di tetangga berdekatan dengan corong masjid tersebut itu ada orang sakit yang memerlukan istirahat, belajar,  dll) yang memerlukan &quot;ketenangan&quot;. Sungguh besar fitnah Islam yang ditimbulkan oleh corong-corong ini ! Ini terbukti banget dari pengalaman saya bahwa teman-teman non-muslim yang mempermasalahkan ini.
3. Syiar macam apakah yang dimaksudkan dengan suara keras ini ? Banyak kok orang yang bersebelahan dengan Masjid semacam ini justru tenang tenteram tidak bersegera mendatangi Masjid tersebut, bahkan &quot;justru&quot; corong ini MEMALASKAN orang dengan bersantai-santai menunggu saat Iqomah, dan ini benar-benar yant terjadi ! Buat shohib yang bersangkutan harap teliti dan membuka hari.
4. Kalo memang shohib yang setuju dengan corong ini tetap merasa bahwa ini adalah syiar (sampai membaca tullisan saya ini) maka cobalah mengikuti saran saya berikut ini : - &quot;PASTI&quot; meskipun shohib menggunakan corong tersebut, tidak dipungkiri Shaf-shaf masih tetap longgar kan ?! Mengapa tidak sekalian ditambah aja corong itu, kalau perlu hinga tiap-tiap rumah ada corong tersendiri !!! Bukankah ini ide yang &quot;Bagus&quot; agar shaf cepat terpenuhi ?!
5. Saya hingga saat ini &quot;TIDAK&quot; melihat satupun dari Hamba Allah yang &quot;merasa&quot; beriman dengan adanya &quot;corong&quot; ini, yang mereka bisa ikhlas mendoakan orang lain agar kaya, sukses, mendapat surga lebih dari dirinya, dan kalau perlu  justru bersyi&#039;ar dengan membagi makanan dan uang kepada orang disekitarnya sehingga orang berdatangan ! Konyolnya yang terjadi adalah mereka &quot;malah&quot; menyenangi &quot;pemberian&quot; !
6. Ingatlah bahwa bukan &quot;shohib&quot; aja yang mempunyai hak untuk beribadah, orang lain ingin juga menikmati 1/3 waktu terakhir dengan berduaan dengan khidmad dan khusuk dengan Allah swt, jangan ganggu waktu istimewa itu dengan corong-2 itu. Mereka tahu kok jam sholat shubuh, bahkan lebih awal dari &quot;shohib&quot; menjalankan ibadah dan lebih bersemangat dalam syiar, tapi &quot;shohib&quot; cukup mengganggu syiar mereka dalam mencari Hamba Allah yang lainnya.
7. Apakah shohib pernah belajar ilmu kedokteran ? Apakah shohib termasuk orang yang melawan ilmu kedokteran, padahal anak perempuan Rasulullah saw, sangat piawai dalam mengobati luka Beliau, artinya Beliau sangat menghargai ilmu kedokteran. Maksud saya, bahwa paparan tekanan suara diatas 100 dB selama minimal 5 menit berpotensi untuk menimbulkan kerusakan pendengaran minimal 10%. Jika berulang-ulang maka 30-60% berpotensi akan hilang kemampuan dengar orang2 yang berada disekitarnya. 
8. Rasulullah saw, dikenal dengan suaranya yang lemah lembut, dan enak didengar. Apakah &quot;shohib&quot; termasuk umatnya? Karena &#039;Barang siapa mengabaikan sunnahku maka bukan termasuk golonganku&quot;, jadi jelaslah &quot;corong&quot; itu sama sekali bukan &quot;syi&#039;ar&quot; seperti anggapan shohib, karena sudah banyak yang merasa dirugikan tetapi kebanyakan mereka &quot;takut&quot; atas keberanian &quot;jihad&quot; shohib !
9. &quot;Corong&quot; itu shohib, lebih cenderung sebagai &quot;Penumuman Munafiqin&quot;, karena lebih cenderung merasa lebih beriman dengan berlindung dibalik &quot;syi&#039;ar&quot;, kalau &quot;shohib&quot; terpaksa harus menggunakan corong kenapa tidak mencontoh dengan suara corong yang ada di &quot;Masjidil Haram&quot; dan &quot;Masjid Nabawi&quot; yang sangat terdengar merdu dan tidak menyakitkan telinga ? Sudah pasti &quot;duit&quot; shohib harus &quot;tebal&quot; untuk bisa &quot;syiar&quot; dengan baik, bukan dengan modal tipis malah ngatain orang lain kurang beriman dari pada shohib!!!

Nah ini saya cukupkan dengan 9 (songo), semoga shohib yang setuju bercorong ria bisa mempelajari semangat dan cara para wali sanga untuk mendekati umat dengan lemah lembut, bukan dengan gaya penjajah. Karena hanya dengan hati yang baik iman bisa bermanfaat buat orang lain dan diri kita. Maaf bila ada kata-kata yang menyakitkan/salah.



http://sholatmusafir.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hebat sudah setahun lebih, blog ini ditulis tapi tetap mendapat sambutan yang &#8220;panas&#8221; !<br />
Antara setuju dan tidak setuju adalah suatu hal yang bersifat perasaan individual bila tidak berdasarkan suatu aturan.<br />
Begitu juga masalah corong masjid yang &#8220;memekakan&#8221; telinga, mungkin ada baiknya diambilkan suatu dasar yang pernah terjadi dijaman Rasulullah saw, dimana disaat ada orang yang tertidur di masjid yang terganggu dengan suara orang yang sedang mengaji, dimana Rasulullah saw serta merta menyalahkan si &#8220;pembaca&#8221; karena mengganggu orang yang tidur. Apakah keterangan ini menjadi lemah saat ini karena adanya anggapan dari para sohib yang menyatakan bahwa corong masjid ini termasuk syi&#8217;ar yang tidak termasuk secara implisit juga tertegur oleh Rasulullah saw dalam kisah di atas ?!<br />
Sesungguhnya seandainya dianggap sebagai syi&#8217;ar, bolehlah para sohib yang setuju pada anggapan ini melihat atau mensurvey secara langsung seberapa berhasil dibandingkan &#8220;kerugiannya&#8221; yang sudah terjadi?<br />
Kenapa saya menyebutkan sebagai kerugian, karena alasan berikut ini :<br />
1. Sholat itu diutamakan didirikan diawal waktu, dengan adanya corong itu secara tidak sadar &#8220;justru&#8221; menimbulkan &#8220;kemalasan&#8221; untuk mempersiapkan diri, karena paling tidak merasa toh nanti ada adzan. Padahal kalau kita ingin mengawalkan sholat tentunya kita seharusnya harus mempunyai jadwal sholat sendiri, sehingga paling tidak 5 menit sebelum waktu sholat sudah mempersiapkan diri. Lalu buat apa corong itu dikeraskan, toh kita sudah tidak memerlukan &#8220;pengingat&#8221; selain dari &#8220;jadwal&#8221; dan &#8220;jam&#8221; yang sudah tersedia ?<br />
2. Apakah orang non muslim itu adalah non muslim ? Jawabnya TIDAK ! Karena sesungguhnya, banyak hal yang tidak &#8220;simpatik&#8221; yang &#8220;telah di demokan&#8221; oleh para shohib yang setuju dengan adanya &#8220;Corong&#8221; itu. Bagaimana &#8220;Orang Islam&#8221; itu bisa merasakan penderitaan &#8220;orang&#8221; (bukankah bisa jadi di tetangga berdekatan dengan corong masjid tersebut itu ada orang sakit yang memerlukan istirahat, belajar,  dll) yang memerlukan &#8220;ketenangan&#8221;. Sungguh besar fitnah Islam yang ditimbulkan oleh corong-corong ini ! Ini terbukti banget dari pengalaman saya bahwa teman-teman non-muslim yang mempermasalahkan ini.<br />
3. Syiar macam apakah yang dimaksudkan dengan suara keras ini ? Banyak kok orang yang bersebelahan dengan Masjid semacam ini justru tenang tenteram tidak bersegera mendatangi Masjid tersebut, bahkan &#8220;justru&#8221; corong ini MEMALASKAN orang dengan bersantai-santai menunggu saat Iqomah, dan ini benar-benar yant terjadi ! Buat shohib yang bersangkutan harap teliti dan membuka hari.<br />
4. Kalo memang shohib yang setuju dengan corong ini tetap merasa bahwa ini adalah syiar (sampai membaca tullisan saya ini) maka cobalah mengikuti saran saya berikut ini : &#8211; &#8220;PASTI&#8221; meskipun shohib menggunakan corong tersebut, tidak dipungkiri Shaf-shaf masih tetap longgar kan ?! Mengapa tidak sekalian ditambah aja corong itu, kalau perlu hinga tiap-tiap rumah ada corong tersendiri !!! Bukankah ini ide yang &#8220;Bagus&#8221; agar shaf cepat terpenuhi ?!<br />
5. Saya hingga saat ini &#8220;TIDAK&#8221; melihat satupun dari Hamba Allah yang &#8220;merasa&#8221; beriman dengan adanya &#8220;corong&#8221; ini, yang mereka bisa ikhlas mendoakan orang lain agar kaya, sukses, mendapat surga lebih dari dirinya, dan kalau perlu  justru bersyi&#8217;ar dengan membagi makanan dan uang kepada orang disekitarnya sehingga orang berdatangan ! Konyolnya yang terjadi adalah mereka &#8220;malah&#8221; menyenangi &#8220;pemberian&#8221; !<br />
6. Ingatlah bahwa bukan &#8220;shohib&#8221; aja yang mempunyai hak untuk beribadah, orang lain ingin juga menikmati 1/3 waktu terakhir dengan berduaan dengan khidmad dan khusuk dengan Allah swt, jangan ganggu waktu istimewa itu dengan corong-2 itu. Mereka tahu kok jam sholat shubuh, bahkan lebih awal dari &#8220;shohib&#8221; menjalankan ibadah dan lebih bersemangat dalam syiar, tapi &#8220;shohib&#8221; cukup mengganggu syiar mereka dalam mencari Hamba Allah yang lainnya.<br />
7. Apakah shohib pernah belajar ilmu kedokteran ? Apakah shohib termasuk orang yang melawan ilmu kedokteran, padahal anak perempuan Rasulullah saw, sangat piawai dalam mengobati luka Beliau, artinya Beliau sangat menghargai ilmu kedokteran. Maksud saya, bahwa paparan tekanan suara diatas 100 dB selama minimal 5 menit berpotensi untuk menimbulkan kerusakan pendengaran minimal 10%. Jika berulang-ulang maka 30-60% berpotensi akan hilang kemampuan dengar orang2 yang berada disekitarnya.<br />
8. Rasulullah saw, dikenal dengan suaranya yang lemah lembut, dan enak didengar. Apakah &#8220;shohib&#8221; termasuk umatnya? Karena &#8216;Barang siapa mengabaikan sunnahku maka bukan termasuk golonganku&#8221;, jadi jelaslah &#8220;corong&#8221; itu sama sekali bukan &#8220;syi&#8217;ar&#8221; seperti anggapan shohib, karena sudah banyak yang merasa dirugikan tetapi kebanyakan mereka &#8220;takut&#8221; atas keberanian &#8220;jihad&#8221; shohib !<br />
9. &#8220;Corong&#8221; itu shohib, lebih cenderung sebagai &#8220;Penumuman Munafiqin&#8221;, karena lebih cenderung merasa lebih beriman dengan berlindung dibalik &#8220;syi&#8217;ar&#8221;, kalau &#8220;shohib&#8221; terpaksa harus menggunakan corong kenapa tidak mencontoh dengan suara corong yang ada di &#8220;Masjidil Haram&#8221; dan &#8220;Masjid Nabawi&#8221; yang sangat terdengar merdu dan tidak menyakitkan telinga ? Sudah pasti &#8220;duit&#8221; shohib harus &#8220;tebal&#8221; untuk bisa &#8220;syiar&#8221; dengan baik, bukan dengan modal tipis malah ngatain orang lain kurang beriman dari pada shohib!!!</p>
<p>Nah ini saya cukupkan dengan 9 (songo), semoga shohib yang setuju bercorong ria bisa mempelajari semangat dan cara para wali sanga untuk mendekati umat dengan lemah lembut, bukan dengan gaya penjajah. Karena hanya dengan hati yang baik iman bisa bermanfaat buat orang lain dan diri kita. Maaf bila ada kata-kata yang menyakitkan/salah.</p>
<p><a href="http://sholatmusafir.blogspot.com" rel="nofollow">http://sholatmusafir.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on SUDI MAMPIR d/h BUKU TAMU by Afifah Shb</title>
		<link>http://bensohib.wordpress.com/guestbook/#comment-938</link>
		<dc:creator>Afifah Shb</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 12:55:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bensohib.wordpress.com/guestbook/#comment-938</guid>
		<description>katanya lagi nyari model buat novel kedua ya ?
good luck ya,...

*ga sabar mo tau reviewnya*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>katanya lagi nyari model buat novel kedua ya ?<br />
good luck ya,&#8230;</p>
<p>*ga sabar mo tau reviewnya*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on SUDI MAMPIR d/h BUKU TAMU by n0f4l</title>
		<link>http://bensohib.wordpress.com/guestbook/#comment-893</link>
		<dc:creator>n0f4l</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 11:44:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bensohib.wordpress.com/guestbook/#comment-893</guid>
		<description>diam adalah emas...kl gak tau apa yg di bicarakan ..ya diem aja..iya kalo bener..kl salah?!...apa gak menyesatkan...iya kl sesat sendiri...kl membuat orang lain jadi sesat..gimana...berani nanggung?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>diam adalah emas&#8230;kl gak tau apa yg di bicarakan ..ya diem aja..iya kalo bener..kl salah?!&#8230;apa gak menyesatkan&#8230;iya kl sesat sendiri&#8230;kl membuat orang lain jadi sesat..gimana&#8230;berani nanggung?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on CERPEN: Cinta Lokasi by jhenny</title>
		<link>http://bensohib.wordpress.com/2007/07/12/cerpen-cinta-lokasi/#comment-879</link>
		<dc:creator>jhenny</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 08:47:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bensohib.wordpress.com/2007/07/12/cerpen-cinta-lokasi/#comment-879</guid>
		<description>gue pikir cerita anak muda..ternyata kakek nenek toh.......tp ceritanya bagus,,,itu baru namanya cinta sejati..cinta mati sampai tua.......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gue pikir cerita anak muda..ternyata kakek nenek toh&#8230;&#8230;.tp ceritanya bagus,,,itu baru namanya cinta sejati..cinta mati sampai tua&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
