Posted by: bensohib | November 23, 2007

Aliran Agak Sesat

Sekali lagi tentang Aliran Sesat. Berkenaan dengan labelisasi sesat dan tidak sesat yang dilakukan oleh lembaga resmi semisal MUI terhadap kelompok keagamaan tertentu (contohnya aliran Al-qiyadah itulah), saya ingin mengusulkan pada beliau-beliau yang berwenang itu untuk tidak mengeneralisir semua aliran yang tidak sesuai dengan paham mereka sebagai sesat. Agar supaya (bisa juga supaya agar)  lebih jelas, rinci, dan terkesan serius, maka sebaiknya MUI (atau siapapun yang berwenang dan memiliki hak untuk menentukan mana yang sesat mana yang tidak) melakukan klasifikasi tingkat kesesatan.

Untuk sementara, level kesesatan bisa diklasifikasikan menjadi 4 golongan dengan perincian sebagai berikut: Aliran Agak Sesat, Aliran Sesat, Aliran Sesat Sekali, dan yang terakhir Aliran Sesat Sekalli’  (yang ini double L, diakhiri dengan tekanan K di belakangnya alias dilafalkan dengan logat Tegal). Double L dan tekanan K pada golongan yang keempat ini dimaksudkan untuk menekankan bahwa aliran ini tingkat kesesatannya sudah tak tertolong. Buat golongan ini, pintu tobat harus ditutup rapat-rapat. Jadi, seandainya para penganut aliran sesat sekalli’ ini terjaring oleh tim investegasi dan diajukan ke pengadilan, biarpun mereka menyatakan tobat, MUI dan pihak-pihak yang berwenang haruslah berketetapan hati untuk menolak pertobatan itu. MUI jangan ragu-ragu untuk mengeluarkan semacam sertifikasi TIDAK TERTOBATKAN buat mereka dan langsung saja dijebloskan ke dalam penjara.

Akan tetapi, atas pertimbangan kemanusiaan, jika mereka benar-benar ingin bertobat, dan MUI dapat memastikan (secara meyakinkan) bahwa keinginan untuk bertobat mereka itu sungguh-sungguh ikhlas, maka bisa saja MUI memberikan kebijaksanaan. Tapi tentu tidak serta merta pertobatan mereka itu diterima, melainkan secara bertahap. Pertama-tama mereka harus turun ke level Aliran Sesat Sekali, kemudian berturut-turut ke level Aliran Sesat, Aliran Agak Sesat, sampai akhirnya kembali ke Aliran Tidak Sesat alias Aliran Yang Benar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh MUI dan pihak-pihak yang berwenang lainnya.

Mudah-mudahan masukan ini bisa dipertimbangkan untuk kemudian diterima agar supaya (bisa juga supaya agar) kita tidak tersesat. Seperti kata peribahasa; malu bertanya, sesat sekalli’………

Posted by: bensohib | November 8, 2007

Front Pembela (Aliran) Sesat

ALIRAN SESAT. Tak ada kata yang lebih menyesatkan ketimbang kata itu. Bagaimana tidak? Mari kita coba mengulasnya.

Aliran sesat di sini mengacu pada kelompok pemikiran/pemahaman/pergerakan/ keagamaan atau kepercayaan. Artinya, kata tersebut tidaka akan kompatibel jika diterapkan pada yang selain agama dan kepercayaan, semisal olah raga atau seni.

Selama ini belum pernah terdengar ada orang yang menuduh sebuah kelompok olahraga dan seni sebagai aliran sesat. Maksud saya, para petinju versi WBC tidak pernah menghujat rekan-rekannya yang tergabung dalam WBA sebagai sesat. Begitu juga misalnya, para pelukis aliran ekspresionis tidak pernah menista teman-temannya yang menganut aliran kubisme sebagai sesat dan menyesatkan.

Yang kedua, sebuah kelompok keagamaan yang disebut sesat itu, sesat dari siapa? Sesat dari ajaran Nabi atau sesat darai jaran Nabi yang kita pahami? Kalau sesat dari ajaran Nabi yang kita pahami, itu sama artinya kita juga sesat dari ajaran Nabi yang mereka pahami.

Kalau kemudian sebuah lembaga resmi semisal MUI dianggap sebagai satu-satunya yang berhak menyatakan sebuah kelompok itu sesat apa tidak, hal ini juga memunculkan banyak pertanyaan. Pertama, apa landasan hukum yang dipakainya? Kedua, siapa yang memberi otoritas pada orang-orang yang duduk di MUI itu untuk menentukan mana yang sesat dan mana yang tidak? Bagaimana kalau mereka sendiri ternyata sesat?

Melihat reaksi sebagian masyarakat—terutama ormas-ormas yang mengatasnamakan agama—dalam menyikapi apa yang dinamakan aliran sesat itu, termasuk aksi-aksi kekerasan serta ancaman pembunuhan terhadap mereka yang dituduh sebagai penganut aliran sesat, maka saya bermaksud untuk mendirikan sebuah organisasi massa.

Organisasi yang bernama Front Pembela Aliran Sesat itu akan berupaya melindungi orang-orang yang dituduh sebagai penganut aliran sesat dan mengalami perlakuan semena-mena dari para penganut aliran fasis berjubah agama dengan aksi-aksinya yang brutal dan anarkis itu. Tapi percayalah, Front Pembela Aliran Sesat tidak akan menggunakan cara-cara kasar seperti itu. ANJING MENGGONGGONG, KAFILAH JANGAN IKUT MENGGONGGONG.

Posted by: bensohib | October 10, 2007

Neo Habaib

Ciri-ciri gerakan Neo Habaib:

 1. Di sekitar tempat acara selalu dipenuhi dengan spanduk dan umbul-umbul.

 2. Poster-poster sang habib dalam berbagai pose dan kaliber juga di pasang di sekitar tempat acara,

3. Setelah acara berakhir, biasanya dilanjutkan dengan arak-arakan motor dan mobil penuh massa. Tanpa memperdulikan keselamatan, mereka berpawai sambil berteriak-teriak dan mengibar-ngibarkan bendera majelis taklimnya.

Bagi siapa saja yang menemui gejala-gejala seperti itu, waspadalah! Jangan sampai Anda terjebak oleh kemacetan yang ditimbulkannya!

Posted by: bensohib | August 23, 2007

Hizbullah: Antara Bint Jubail dan Karanganyar

Masih ingat Bint Jubail? Itu nama sebuah kota kecil di Selatan Lebanon. kota asri yang dipenuhi pohon cedar itu mendadak menjadi sangat terkenal di seluruh dunia. Penyebabnya adalah karena di wilayah itu terjadi pertempuran dahsyat dan menjadi salah satu fenomena penting dalam catatan sejarah militer dunia. Di situ, pasukan Hizbullah secara mencengangkan dan ajaib berhasil mematahkan serangan besar-besaran militer Israel yang didukung dengan persenjataan super canggih. Hizbullah benar-benar menjadikan kota itu kuburan bagi puluhan atau bahkan ratusan tentara Israel. Lalu apa hubungannya dengan Karanganyar?

Meski belum bisa dipastikan hubungan strukturalnya dengan Hizbullah Lebanon, tapi di Kabupaten Karanganyar, Jateng, ternyata juga ada pasukan Hizbullah. Belum lama ini, tepatnya pada tanggal 5 Agustus 2007, pasukan itu unjuk kekuatan dengan meluruk ke gedung DPRD Kab.Karanganyar dan melakukan aksi “pengepungan” selama beberapa jam.

Misi pengepungan itu berkaitan dengan tuntutan mereka agar pemda menutup sebuah kompleks pemakaman Cina yang terletak di dusun Karangtengah, desa Pablengan, kecamatan Metesih, Kabupaten Karanganyar. Memang, dari segi geografis, dusun itu jauh dari Bint Jubail. Tapi kesamaan nama organisasi para pengepung dengan kelompok gerilyawan di Lebanon itu, menjadi pertanyaan besar yang layak untuk dianalisa oleh para ahli politik dan militer.

Tapi, begitu alasan tuntutan untuk menutup kompleks pemakaman itu dibacakan oleh seorang jubirnya, menjadi teranglah bahwa Hizbullah cabang Karanganyar itu tak ada sangkut-paut walau secuil dengan Hizbullah yang di Lebanon.

Hizbullah Karanganyar itu murni hanyalah sekelompok warga yang resah dengan adanya kompleks pemakaman Cina di desanya. Menurut mereka, keberadaan makam itu telah melanggar Perda No.4/2006 tentang Pengelolaan Tempat Pemakaman dan Penyelenggaraan Pemakaman Jenazah.

Bagaimana akhir dari kisah itu? Apakah tuntutan mereka dipenuhi oleh pihak pemerintah daerah? Kalau tidak bagaimana? Semuanya memang masih belum jelas. Tapi yang jelas, kita berharap semua itu akan berakhir dengan win-win solution bagi semua pihak yang terlibat. Dengan demikian, tidak perlulah sampai mendatangkan pasukan UNIFIL segala, seperti yang terjadi di Lebanon itu.

Posted by: bensohib | August 16, 2007

MR.BEAN LADEN: Dijamin Tidak Meleset

Saya ingin memperkenalkan kepada Anda seorang kawan saya yang bernama Mr.Bean Laden. Meski ia selalu memakai sorban, tapi samasekali dia bukan orang Arab. Meski ia selalu menuliskan Mr. di depan namanya, ia juga bukan orang Inggris. Jadi, kebangsaan dan kewarganegaraanya samasekali tidak jelas. Tapi, satu hal yang jelas, dari logat bahasanya, kita boleh yakin bahwa ia asli Madura. Tapi, dengan keras ia akan menolak setiap tuduhan bahwa ia orang Madura. Bahkan ia juga secara terang-terangnga tidak mengakui bahwa dirinya orang Indonesia! Anehnya, penyangkalan bahwa ia orang Indonesia dari suku Madura itu ia katakan dalam bahasa Indonesia logat Madura.

“Boo sumpah, dik….saya bukan orang Endonesiya….Dak percaya sampeyan?” begitu kata Mr. Bean Laden pada setiap orang yang menyangka dirinya orang Indonesia. Sudah barang tentu, hanya orang yang dalam keadaan mabuk berat yang mempercayai kata-katanya.

“Orang Internasional saya,” lanjutnya sambil membelalakkan matanya yang besar dan bulat. Tak penting benar buat Mr. Bean Laden, apakah orang yang diajaknya bicara itu percaya atau tidak.

Pekerjaannya apa, ini juga bukan perkara yang jelas. Sekali waktu ia bisa ditemui sedang duduk bersila di kakilima yang banyak dilalui para pejalan kaki.  Di sana ia menggelar selembar kain dan sebuah papan pengumuman kecil:

PERAMAL. Dijamin Tidak Meleset. Tarif per jam Rp 5000.000,- (Nego).

Melihat penampilannya yang unik; baju gamis dan sorban putih, kumis dan janggut cukup lebat, dan mata yang melotot kesana-kemari, tentu banyak orang yang tertarik untuk diramalnya. Tapi ketika melihta tarif yang dipatoknya, orang jadi mundur. Itu harga yang tak masuk akal. Dan biasanya, peramal yang sejati tak pernah mematok harga. Mereka ikhlas menerima pemberian pasiennya. Hanya dokterlah–terutama spesialis– yang biasanya memasang tarif yang mencekik leher pasiennya.

“Jangan ragu-ragu, dik. Tawar saja, namaya juga nego….” itu yang selalu diucapkannya setiap kali melihat ada calon pasien yang ragu-ragu. Dan ciri khas Mr.Bean Laden, ia selalu memanggil “dik” kepada siapa saja. Tak perduli gender dan usia

Begitulah, agar tetap ada kesan keparanormal-paranormalan, dalam bernegoisasi Mr.Bean Laden hanya memperkenankan pola kelipatan. Artinya, si calon pasien hanya boleh menawar tarif menjadi Rp 500.000,-, Rp 50.000,- RP 5000,-, Rp 500,-,  dan Rp 50,-.

Maka, sepanjang karirnya membuka praktek meramal untuk umum itu, muncul sebuah “statistik” seperti ini: 80 orang deal pada tarif Rp 50,-, 15 orang pada tarif Rp 500,-, 4 orang pada tarif 5000,- 1 orang  pernah membayar Rp 50.000,-

Dari seratus orang yang pernah diramalnya, hanya satu orang yang kembali dan komplain bahwa ramalan Mr.Bean Laden ternyata meleset. Padahal pada papan pengumumannya tertulis Dijamin Tidak Meleset. Apa ini berarti ramalan untuk 99 orang lainnya tepat? Dengan kata lain, secara prosentase, tingkat kemelesetan ramalan Mr.Bean hanya 1%?. Ini tentu kurang lebih setara dengan kemampuan lembaga-lembaga survey Quick count yang memprediksi hasil pemilu presiden maupun gubernur dengan tingkat presisi yang mengagumkan.

Tapi ternyata ceritanya tidak seperti itu. satu orang yang kembali dan komplain itu adalah pasien yang membayar Rp 50.000,- kepada Mr.Bean laden untuk jasa peramalannya. Bisa jadi ramalan Mr.Bean Laden untuk 99 orang lainnya juga meleset. Tapi karena biaya yang telah mereka keluarkan berkisar antara Rp 50,- sampai Rp 5000,-, mereka merasa tak ada perlunya kembali dan komplain.

Berbeda dengan satu orang yang telah mengeluarkan biaya Rp 50.000,- itu. Ia merasa perlu untuk kembali. Ia merasa telah tertipu dan dibohongi. Tapi, namanya juga Mr. Bean Laden, ia berusaha mempertahankan diri.

“Anda penipu! Ramalan Anda salah semua!”

“Booo, nanti dulu dik. Sapa yang bilang ramalan saya betul semua?”

“Itu Anda tulis. Dijamin Tidak Meleset.”

“Booo, sampeyan ini bagemana? Saya ini keluaran pesantren, dik. Saya ini belajar bahasa Arab mulai kecil. Jangan cem-macem sama saya. Apa sampeyan dak pernah sekolah? Apa sampeyan  dak tahu, kalau tulisan itu harus dibaca dari belakang ke depan. DIJAMIN TIDAK MELESET. Coba sampeyan baca lagi yang benar!”

Posted by: bensohib | July 30, 2007

KISAH (TAK ADA) HIDAYAH

Pada suatu sore di hari Minggu yang cerah, dua orang warga dunia (seorang warga Amerika, seorang lainnya warga Jordania) yang tak beragama mendapat hidayah dari Allah; mereka pun memeluk Hindu. Beberapa tahun kemudian Allah memberi mereka hidayah yang kedua; mereka memeluk Budha. Belum genap setahun, Allah kembali memberi mereka hidayah; mereka memeluk agama Yahudi. Sekitar satu setengah tahun kemudian, Allah mengkarunia mereka hidayah untuk yang keempat kalinya; kedua orang itu menjadi penganut Nasrani. Kira-kira tiga tahun berselang, mereka sudah menjadi Muslim setelah menerima hidayah yang kelima.

Entah karena alasan apa, beberapa minggu kemudian tiba-tiba Allah mencabut semua hidayah yang telah diberikan kepada mereka. Akibatnya sungguh fatal: Seorang dari mereka langsung mendaftarkan diri menjadi tentara Amerika dan segera berangkat ke Irak untuk ‘menegakkan demokrasi’. Seorang lainnya buru-buru mendaftarkan diri menjadi anggota tanzim Al-Qaedah dan berangkat pula ke Irak untuk ‘menumbangkan kekafiran’. Di tangan kedua orang itu, setiap hari ratusan orang Irak menemui ajalnya.

Dan ternyata, di dunia ini, ada jutaan orang seperti mereka. Orang-orang ini merasa sedang menegakkan kebenaran. Tapi sesungguhnya yang sedang mereka tegakkan adalah hawa nafsu mereka sendiri. Bagaikan serigala, dengan ganas mereka mencabik-cabik tubuh manusia, tak perduli  itu anak kecil atau wanita. Pokoknya, siapapun yang The Other, layak untuk dibunuh.

Orang-orang yang telah dicabut segala hidayahnya itu, bisa berkulit putih atau kulit berwarna. Bisa presiden sebuah negara adikuasa, bisa juga seorang pemuda dari sebuah desa terpencil di pulau Jawa. Mereka merasa sedang menegakkan kerajaan Kristus atau membela umat Muhammad yang dizalimi. Padahal, setan-setan kaliber jumbo terpingkal-pingkal setiap ada pesawat pengebom milik Amerika sedang melakukan serangan, atau ketika sebuah bom bunuh diri menghantam kerumunan orang. Inilah permainan yang paling digandrungi setan: kezaliman dibalas kezaliman. Setan tidak suka kalau ada kezaliman dibalas dengan keadilan. Dalam hitung-hitungan setan, hal itu beresiko; keadilan bisa menang. Tapi kalau kezaliman dilawan dengan kezaliman: pemenangnya pasti kezaliman, tidak bisa lain. Dalam hal kalkulasi, setan tergolong konservatif. Mereka kurang menyukai spekulasi.

Jika semua hidayah sudah dicabut dari seseorang atau sekelompok kaum, maka hanya setan-setan yang memiliki skill dan qualifikasi tertentu saja yang boleh menggarap pikiran mereka. Setan-setan tingkat akar rumput hanya boleh beroperasi di wilayah maksiat semisal menggoda orang untuk berjudi dan mabuk-mabukan. Tapi untuk menangani orang-orang yang sudah dicabut hidayahnya, karena ini sudah bersifat ideologis, maka hanya setan-setan yang memiliki skil dan berwawasan luaslah yang boleh menanganinya. Maka lihatlah hasilnya. Benar-benar kesetanan. Patung Budha berusia ribuan tahun di Bamiyan dihancurkan, wanita diharamkan bersekolah atau bekerja, pria-pria yang memotong janggutnya melebihi ambang batas yang ditetapkan ‘syariat’ telah dicambuki sepanjang jalan, WTC dibom, Irak dan Afghanistan diinvasi dan dinista, lalu pasar kentang, rumah sakit, masjid, taman kanak-kanak, iring-iringan pengantar jenazah, dan perayaan sepak bola diseruduk bom bunuh diri. Inilah keganasan yang paling sempurna yang pernah tercatat dalam sejarah setan. Hanya setan-setan bermental juaralah yang sanggup melakukan pekerjaan ini. Setan-setan kelas sayur dapat dipastikan akan gemetar dan terguncang jika dilibatkan dalam misi-misi super ganas seperti itu. Tidak bisa tidak, hanya setan-setan yang telah memiliki jam terbang tinggi yang sanggup memunculkan gagasan semacam itu.

Tampaknya, hari-hari ini peradaban setan memang sedang mencapai puncaknya. Markas mereka membentang dari Gedung Putih di Washington hingga ke gua-gua di Waziristan. Mereka memang saling bermusuhan, tapi sama-sama berhaluan setan.

Berhati-hatilah. Salah-salah, karena faktor-faktor primordial, kita bisa menjadi pendukung salah satu dari mereka. Atau mungkin sudah?

       

Posted by: bensohib | July 25, 2007

Kata-kata (Tidak) Bijak

Siapakah bangsa besar itu? Bangsa besar adalah bangsa yang membuang sampah pada tempatnya. (Ben Sohib)

Posted by: bensohib | July 22, 2007

PILKADAL (Pemilihan Kepala Kadal)

Tersebutlah sebuah kota yang seluruhnya dihuni oleh para kadal. Pada suatu hari, di kota yang bernama Kadalkarta itu sedang diadakan perhelatan besar, yaitu pemilihan pemimpin/kepala yang akan memerintah dan mengatur kota kadal untuk masa lima tahun mendatang. Kadal dari berbagai jenis; kadal hijau, kadal merah, kadal kuning, kadal biru, kadal abu-abu, kadal loreng, dan kadal tutul, akan berpartisipasi dalam pemilihan itu. Ada dua pasang kadal yang akan tampil sebagai kontestan memperebutkan dukungan dari warga kota. Pasangan kadal kuning dengan kadal tutul akan berhadapan dengan pasangan kadal loreng dengan kadal abu-abu. Sebenarnya masih ada satu atau dua pasang kadal lagi yang akan ikut pemilihan. Tapi mereka dilarang oleh panitia pilkadal karena mereka tidak berasal dari partai alias calon independen. 

Masing-masing kedua pasang kontestan itu mendapat dukungan dari partai-partai yang ada di Kadalkarta, semisal Golongan Kadal, Partai Demokrasi Perkadalan, Partai Persatuan Perkadalan, Partai Amanat Kadal, Partai Kadal Sejahtera, Partai Kebangkitan Kadal, dan lain sebagainya.

Maka seluruh kota Kadalkarta dipenuhi dengan spanduk dan poster-poster kampanye kedua pasang kontestan. Spanduk-spanduk dan poster itu antara lain berbunyi: “Mengurus Kadalkarta, ya serahkan pada ahli kadal”, “Ayo kita benahi Kadalkarta”, dan lain sebagainya.

Dengan biaya miliaran rupiah, kedua kubu berkampanye merebut hati warga kota. Masing-masing mengumbar janji akan membangun kota dan meningkatkan kesejahteraan penduduknya.

Kadalkarta merupakan kota dengan sejuta masalah. Dari mulai masalah kemacetan jalan raya, buruknya transportasi umum, buruknya pelayanan umum, meningkatnya polusi udara, keruwetan tata kota, kebanjiran, pengangguran, kemiskinan, dan lain sebagainya.

Akar dari semua permasalah itu adalah mental korup para pejabatnya. Mental yang buruk ini menjalar ke hampir seluruh warga kota. Sampai-sampai warga kota lain, seperti warga kota Manukarta yang dihuni oleh para manusia mempunyai istilah “dikadali” untuk mengatakan ditipu atau dikorup. Derajat dan harkat kadal yang terhormat telah terdegradasi sedemikian rupa. Bahkan nyaris sejajar dengan para tikus, ular, musang, serigala, yang memang sudah dikenal bertabiat dan bermental buruk.

Atas kenyataan itu, selain bisa mengatasi masalah-masalah perkotaan, warga kota Kadalkarta yang baik-baik dan masih memiliki intregitas, sebenarnya berharap siapapun yang terpilih menjadi Kepala Kadal, mereka harus bisa mengembalikan harkat dan martabat para kadal ke posisi semula. Dengan kata lain, Kepala Kadal terpilih harus bisa memberantas mental dan perangai korupsi, dari mulai para pejabat hingga kadal biasa. Karena disitulah akar semua permasalahn kota Kadalkarta. Para kadal baik-baik itu ingin seluruh kadal, baik pejabat maupun kadal jelata, kembali disegani sebagai makhluk yang jujur. Mereka tak ingin mendengar lagi ada istilah “dikadali” yang digunakan warga kota Manukarta dengan sinis dan amat menyakitkan itu. Akankah harapan para kadal baik-baik itu terpenuhi? Hanya waktulah yang akan menjawabnya.

Artikel ini ditulis oleh seekor kadal golput. 

   

Posted by: bensohib | July 16, 2007

Piala Osama bin Laden

Pertandingan sepakbola memperebutkan Piala Osama bin Laden yang berlangsung di Waziristan (16/7) antara kesebelasan Al-Qaeda melawan kesebelasan Taliban berakhir imbang dengan skor 11-11. Semuanya akibat gol bunuh diri.

Posted by: bensohib | July 15, 2007

KABINET WEDUS GEMBEL (Mbah Marijan For President bag II)

Tak disangka, kampanye Mbah Marijan For President yang saya gulirkan beberapa hari lalu mendapat sambutan yang mengejutkan. Komentar bernada dukungan mengalir dari berbagai kalangan dan elemen di dalam negeri.

Dari mulai ulama, tokoh masyarakat dan para habaib, sampai masyarakat biasa, telah menyatakan dukungannya atas proyek Mbah Marijan For Presiden ini. Pagi-pagi sekali,  berbagai organisasi massa telah mendatangi saya untuk menyatakan dukungan mereka.

Melihat ini semua, saya optimis Mbah Marijan akan menjadi RI I. Untuk itu perlu kiranya dari sekarang mulai dipersiapkan susunan kabinet yang akan membantu beliau dalam menjalankan roda pemerintahan agar tak terjadi kenaikan harga minyak tanah dan susu, pelarangan maskapai penerbangan Indonesia ke Eropa, kecelakan-kecelakaan laut, udara, dan darat, banjir air dan lumpur, perjanjian berat sebelah dengan negera lain (seperti kasus perjanjian dengan Singapura), dan segudang masalah ketidakbecusan mengurus negara lainnya.

Kabinet dimaksud akan kita beri nama Kabinet Wedus Gembel. Mengenai prototip departemen dan kementerian serta menteri-menterinya, saya menunggu usulan-usulan anda semua.

Berikut ini beberapa usulan dari saya.

DEPARTEMEN PENINGKATAN ADRENALIN DAN UJI NYALI (Mengurusi transportasi udara, darat, dan laut)

DEPARTEMEN ARUNG JERAM (Mengurusi masalah kebanjiran)

DEPARTEMEN BAHAN-BAHAN BANGUNAN (Mengurusi penjualan pasir ke luar negeri (terutama ke Singapura))

DEPARTEMEN PROPERTI (Mengurusi penjualan/penyewaan/peminjaman pulau, wilayah perairan, maupun udara untuk berbagai tujuan, dari mulai untuk tujuan wisata sampai untuk latihan perang)

Untuk sementara sekian dulu usulan dari saya. Saya tunggu usulan-usaulan dari anda

KETUA TIM SUKSES MBAH MARIJAN FOR PRESIDENT.

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.